Di Persimpangan, Obati Luka
Aku terduduk di sini. Di persimpangan jalan menjadi saksi kamu pergi. Sejak kamu pergi, dingin menyerang lagi. Namun kali ini bertemankan sepi.
Aku menyaksikan
punggungmu perlahan menjauh. Meninggalkan aku dengan hati berjuta gaduh. Entah
akankah kamu kembali berlabuh. Tepat di mana hatimu pernah terjatuh.
Aku tak bisa
menjadi cahaya. Dalam setiap langkahmu yang penuh lara. Hingga kamu akhirnya
memilih dia. Tinggalkan aku berpeluh luka.
Aku hanya
berangan. Menjadikanmu sejuta kenangan. Dalam hati yang penuh harapan. Lupakan
aku? Jangan.
Kamu tak
perlu meragu. Jika kelak kamu lupa aku. Aku masih di sini terbujur kaku. Obati
luka satu persatu.
http://daraprayoga.wordpress.com/2012/07/24/di-persimpangan-obati-luka/
Komentar
Posting Komentar